Eksplorasi Fungi Mikoriza Arbuskula (FMA) pada Beberapa Lokasi Pertanaman Jeruk Keprok (Citrus reticulata B.) Soe di Desa Tunua dan Ajaobaki, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS)

  • Randy Mekson Akal Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Nusa Cendana
  • Lily Fauziah Ishaq Program Studi Agroteknologi Universitas Nusa Cendana
  • Yoke Ivonny Benggu Program Studi Agroteknologi Universitas Nusa Cendana
  • Peters Oktovians Bako Program Studi Agroteknologi Universitas Nusa Cendana
Keywords: Jeruk, Mikoriza Arbuskula, Kondisi Tanaman

Abstract

Jeruk Keprok SoE merupakan jenis jeruk lokal yang berasal dari Kabupaten TTS yang memiliki nilai ekonomi tinggi, namun kondisi pertumbuhan tanaman di lahan banyak yang kurang sehat. Tanaman jeruk diketahui dapat membentuk asosiasi dengan FMA, suatu bentuk simbiosis mutualisme antara jamur dan perakaran tanaman, yang dapat membantunya dalam proses penyerapan hara dan air. Sebagai langkah awal pengembangan FMA sebagai pupuk hayati pada tanaman jeruk keprok Soe, maka perlu dilakukan eksplorasi untuk mendapatkan jenis-jenis FMA berpotensi yang berasal dari tanaman jeruk. Penelitian ini dilakukan dari bulan Mei-Desember 2022. Sampel tanah dan akar diambil dari enam lokasi pertanaman jeruk keprok SoE di Kecamatan Mollo Utara. Pada setiap lokasi, enam tanaman dipilih secara purposif dimana 3 tanaman kondisinya sehat dan tiga lainnya kondisi sakit. Sampel tanah digunakan untuk analsisi tanah awal dan untuk isolasi spora FMA, sedangkan sampel akar digunakan untuk pengamatan kolonisasi FMA. Spora FMA diisolasi dengan metode penyaringan basah bertingkat. Spora FMA hasil isolasi dihitung kepadatannya, dan pengelompokan jenis FMA didasarkan pada karakterisasi morfologi spora. Tingkat kolonisasi akar dihitung dengan metode Gridline Intersection. Data kepadatan spora dan kolonisasi akar dianalisis dengan menggunakana ANOVA tersarang dengan kondisi tanaman tanaman tersarang dalam lokasi pertanaman jeruk. Hasil penelitian menunjukkan kepadatan spora FMA dipengaruhi oleh lokasi pertanaman jeruk namun tidak dipengaruhi oleh kondisi tanaman. Kolonisasi FMA tidak dipengaruhi oleh lokasi pertanaman jeruk namun kondisi tanaman nyata mempengaruhi kolonisasi FMA dimana tingkat kolonisasi FMA pada tanaman dengan kondisi sehat adalah lebih tinggi dibandingkan pada tanaman yang sakit. Tingkat kepadatan spora FMA tertinggi (625,9 spora /100 g tanah) ditemukan pada lokasi Ajaobaki 2 sedangkan tingkat kepadatan spora terendah (306,3 spora FMA/100 g tanah) ditemukan pada lokasi Ajaobaki 3. Spora FMA yang ditemukan terdiri dari genus Glomus sebanyak 7 tipe, genus Acaulospora sebanyak 5 tipe, dan genus Gigaspora sebanyak 2 tipe. Tingkat kolonisasi FMA pada jeruk di keseluruhan lokasi tergolong sedang. Tingkat kolonisasi tertinggi terdapat pada lokasi 4 (Tunua 1) (42,85 %) dan terendah terdapat pada lokasi 6 (Tunua 3) (32,01 %).

Published
2024-01-03