Sebaran Serangan Helopeltis sp. pada Tanaman Jambu Mete (Anacardium occidentale L.) di Kabupaten Kupang

  • Yolanda Agustia Mahasiswa Program Studi Agroteknologi Universitas Nusa Cendana
  • Petronella S. Nenotek Program Studi Agroteknologi Universitas Nusa Cendana
  • Fadlan Pramatana Program Studi Kehutanan Universitas Nusa Cendana
  • Agustina Etin Nahas Program Studi Agroteknologi Universitas Nusa Cendana
Keywords: Helopeltis Sp, Jambu Mete, Gejala Kerusakan, Intensitas Kerusakan, Sebaran

Abstract

Tanaman jambu mete (Anacardium occidentale L.) merupakan salah satu tanaman perkebunan yang memiliki arti ekonomi yang cukup besar sebagai bahan baku agroindustri. Penelitian ini telah dilaksanakan di sepuluh Kecamatan dan delapan belas Desa yang menjadi sentra tanaman jambu mete di Kabupaten Kupang dan penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Januari sampai Febuari 2023.Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat serangan Helipeltis sp.pada tanaman jambu meta dan untuk memproleh peta sebaran serangan Helopeltis sp. pada tanaman jambu mete dan mengetahui intensitas kerusakan pada tanaman jambu meta oleh Helopeltis sp.di Kabupaten Kupang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survei dengan teknik pengambilan sampel secara sengaja (purposive teknik sampling) dengan menentukan sepuluh kecamatan yang menjadi sentra produksi jambu mete di Kabupaten Kupang Hasil pengamatan dilapangan ditemukan gejala serangan hama Helopeltis sp yaitu dengan adanya bercak hitam yang mengering pada bagian tanaman yang diserang, mengakibatkan pucuk mati, bunga atau buah gugur sebelum waktunya, pada tingkat serangan berat tangkai bunga dan pucuk terlihat ujung daunnya berwarna hitam. Akibatnya produksi menjadi menurun atau gagal berproduksi. Intensitas kerusakan yang disebabkan oleh hama Helopeltis sp. pada pertanaman jambu mete yang paling berat ditemukan di Kecamatan Taebenu dengan intensitas kerusakan 55,39%, di Kecamatan Takari dikategori kerusakan sedang dengan nilai Intensitas Kerusakan sebesar 27,36%. yang tinggi.

Published
2024-01-03