Keanekaragaman Jenis Kadal dan Ular (Squamata: Reptilia) di Dalam dan Sekitar Kawasan Hutan Penelitian Bu’at So’e Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur

  • Tomy Desanto Dopongtonung Mahasiswa Program Studi Kehutanan Universitas Nusa Cendana
  • Ludji Michael Riwu Kaho Program Studi Kehutanan Universitas Nusa Cendana
  • Fadlan Pramatana Program Studi Kehutanan Universitas Nusa Cendana
Keywords: Ordo Squamata, Hutan, Hutan Penelitian Bu’at, So’e, INP

Abstract

Hutan Penelitian Bu’at So’e merupakan salah satu kawasan yang terdapat di provinsi Nusa Tenggara Timur dan termasuk dalam kawasan hutan yang memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Kawasan ini terletak pada wilayah administrasi pemerintahan Desa Noinbila dan Desa Bikekneno, Kecamatan Mollo Selatan, Kabupaten Timor Tengah Selatan, Provinsi Nusa Tenggara Timur dengan luas kawasan sebesar 52,90 Ha, penelitin ini dilakukan untuk mengetahui tingkat keanekaragaman jenis kadal dan ular (squamata: reptilia) di kawasan tersebut. Penelitian ini dilakukan pada bulan Oktober sampai November. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Metode Visual Ecounter Survey (VES) untuk pengamatan kadal dan ular (Squamata: Reprilia) dan metode sistemetik sampling untuk analisis vegetasi. Data Keanekaragaman Jenis Kadal dan Ular di oleh menggunakan rumus indeks keaneragaman Shannon Wiener (H’) dan analisis vegetasi mengunakan rumus Indeks Nilai Penting (INP). Hasil penelitian menunjukan kadal dan ular yang di temukan di kawasan penelitian Bu’at So’e sebanyak 5 jenis dari 4 Family dengan jumlah total 22 individu. Hasil perhitungan keaneragaman kadal dan ular di Hutan Penelitian Bu’at So’e dihitung menggunakan indeks shennon Wiener dengan nilai sebesar H’ = 1.464 (keaneragaman rendah). Hasil analisis data INP menunjukan INP tingkat Pohon tertinggi adalah Pohon Jambu air (Syzygium aqueum), INP tingkat tiang tertinggi adalah Pohon Jambu air (Syzygium aqueum), INP tingkat pancang tertinggi adalah Pohon Jambu Hutan (Syzygium polycnanthum), INP tingkat Semai tertinggi adalah tanaman Kirinyu (Chromolaena odorata)

Published
2024-01-03