Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Tani Rimbawan Sejati (Studi Kasus Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi Selatan, Kabupaten Timor Tengah Utara)

  • Windri Na’aman Oematan Mahasiswa Program Studi Kehutanan Universitas Nusa Cendana
  • L. Michael Riwu Kaho Program Studi Kehutanan Universitas Nusa Cendana
  • Nixon Rammang Program Studi Kehutanan Universitas Nusa Cendana
Keywords: Pemberdayaan, Masyarakat, Kelompok Tani Hutan, Jambu Mente, Desa Tublo

Abstract

Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui bentuk – bentuk pemberdayaan masyarakat KTH oleh KPH Timor Tenggah Utara. Penelitian ini dilaksanakan di KTH Rimbawan Sejati yang berada di Desa Tublopo, Kecamatan Bikomi, Selatan Kabupaten Timor Tengah Utara pada bulan Juni 2023 dengan mengunakan Metode survey dengan analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan deskriptif kuantitatif. Data diolah menggunakan rumus analisis pendapatan, kontribusi usaha tani dan analisis R/C Ratio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik budidaya Jambu mete di KTH Rimbawan Sejati belum dilakukan secara baik karena aspek-aspek budidaya seperti pemupukan, penjarangan, pengendalian hama masih dilakukan secara sederhana. Total jumlah produksi biji jambu mete terdiri atas dua yaitu biji mete gelondongan  sebanyak 427 kg dan biji jambu mete kacip sebanyak 79 kg. Total biaya yang dikeluarkan Rp. 2.170.000 dengan rata-rata biaya per petani adalah sebesar Rp. 138.055. total pendapatan adalah sebesar Rp. 14.243.000.  selain usaha jambu Mete masyarakat KTH Rimbawan Sejati juga memiliki usaha pertanian dan Usaha Non-Pertanian. Kontribusi pendapatan usaha jambu mete 35% dengan jumlah pendapatan sebesar Rp. 14.243.000 lebih kecil dari usaha pertanian mempunyai kontribusi 50% dengan jumlah pendapatan sebesar Rp. 20.086.000. Secara ekonomi usaha jambu mente KTH Rimbawan Sejati termaksuk menguntungkan karena hasil analisis menunjukan nilai R/C Ratio lebih besar dari 1 sebesar 6,68.

Published
2024-01-03