“BAGELOR” : INOVASI PRODUK PANGAN, KAJIAN KANDUNGAN GIZI DAN UJI ORGANOLEPTIKNYA
Keywords:
bagelor, pangan lokal, kandungan gizi, uji organoleptikAbstract
Pengembangan pangan fungsional berbasis bahan pangan lokal merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendukung diversifikasi pangan. Bagelor menjadi salah produk inovasi pangan yang memadukan kue bagea sagu tradisional khas Indonesia Timur dengan penambahan tepung daun kelor (Moringa oleifera L.) sebagai bahan fortifikan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan bagelor, mengkaji kandungan gizi dan menganalisis tingkat penerimaan konsumen melalui kombinasi metode formulasi eksperimental dan kajian literatur. Produksi bagelor dengan perbandingan tepung sagu dan tepung kelor 500:50 gram per tahap produksi menghasilkan produk dengan tampilan dan cita rasa yang khas. Hasil kajian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun kelor secara signifikan meningkatkan kandungan protein produk dari sekitar 1,5 gram menjadi 8,5 gram per 100 gram, disertai peningkatan vitamin A, kalsium, zat besi, dan antioksidan. Selain itu hasil uji organoleptik menunjukkan penilaian konsumen yang tinggi pada parameter rasa, warna, aroma dan tekstur, sehingga pada parameter penerimaan keseluruhan, sebanyak 85% panelis sangat suka dan 15% panelis menyatakan suka terhadap produk bagelor. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bagelor berpotensi menjadi pangan fungsional lokal yang terjangkau untuk mendukung penanggulangan masalah gizi, khususnya anemia, defisiensi vitamin A, dan stunting.