PENGARUH KOMBINASI TEPUNG KROKOT (Portulaca oleracea) DAN TEPUNG KELOR (Moringa oleifera) DALAM RANSUM KOMERSIAL TERHADAP PERFORMA AYAM KAMPUNG SUPER FASE GROWER

  • Ridnasari Nguru Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Twen O. Dami Dato Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Ni Putu F. Suryatni Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
  • Marthen L. Mullik Fakultas Peternakan, Kelautan dan Perikanan, Universitas Nusa Cendana
Keywords: Ayam kampung super, krokot, kelor, peerforma

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh kombinasi tepung krokot dan tepung kelor dalam ransum terhadap performa ayam kampung super fase grower. Penelitian ini menggunakan ayam kampung super Sebanyak 80  berumur 7 minggu. Metode penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 5 perlakuan, tiap perlakuan terdiri dari 4 ulangan, dan tiap ulangan terdiri dari 4 ekor ayam. Perlakuan yang diberikan terdiri dari P1= pakan komersial 90% + 10%Krokot, P2= pakan komersial 90% + 7,5% krokot+ 2,5% kelor, P3 = 90% pakan komersial + 5% krokot+ 5%  kelor, P4 =90% pakan komersial+2.5% krokot+7,5% Kelor, dan P5 = 90% pakan komersial+ 10%  kelor. Hasil analisis statistic menunjukan bahwa penggunaan kombinasi tepung krokot dan tepung kelor yang diberikan sebanyak 10% dalam ransum komersial tidak mempengaruhi secara nyata (P>0,05) semua variabel yang diamati. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa kombinasi tepung krokot dan tepung kelor yang ditambahkan sebesar 10% dalam ransum komersial tidak berpengaruh buruk terhadap ternak ayam kampung super pada fase grower.

 

Kata kunci: Ayam kampung super, krokot, kelor, peerforma

Published
2022-09-23