ANALISIS PERAN SEKTOR PERTAMBANGAN TERHADAP PEREKONOMIAN PROVINSI NUSA TENGGARA TIMUR
Analysis of the Role of the Mining Sector in the Economy of East Nusa Tenggara Province
Keywords:
Input-Output, Location Quotient, Shift-Share Analysis, Sektor Pertambangan, Pembangunan Berkelanjutan Regional, Nusa Tenggara Timur, Keterkaitan Ekonomi, Tipologi KlassenAbstract
Penelitian ini menganalisis paradoks sektor pertambangan Provinsi Nusa Tenggara Timur
yang memiliki potensi sumber daya alam signifikan namun hanya berkontribusi 1,31%
terhadap PDRB regional. Analisis menggunakan metode Input-Output dengan data tahun
2016 dan analisis overlay mencakup Location Quotient, Classen Typology, serta Shift
Share Analysis berdasarkan data PDRB 2014-2023, penelitian mengungkap kinerja
suboptimal sektor pertambangan. Hasil analisis menunjukkan sektor pertambangan
memiliki nilai LQ 0,1627 yang mengkategorikannya sebagai sektor non-basis, masuk
klasifikasi Kuadran IV dalam tipologi Classen sebagai sektor terbelakang, dan Diamond of
Specialization -33,406 yang menunjukkan ketidakkompetitifan. Keterkaitan intersektoral
yang lemah tercermin dari backward linkage rendah 0,9125, kontras dengan dominasi
sektor Administrasi Pemerintahan LQ 3,7509 dan Pertanian LQ 2,1152. Meskipun forward
linkage 1,11284 menunjukkan peran sebagai pemasok bahan baku, integrasi backward yang
tidak memadai membatasi efek pengganda ekonomi.Kesenjangan signifikan antara potensi
sumber daya dengan kinerja aktual menghadirkan peluang transformasi strategis.
Revitalisasi melalui modernisasi teknologi, pengembangan industri hilir, dan penguatan
keterkaitan intersektoral berpotensi mengubah sektor pertambangan menjadi motor utama
perekonomian yang menciptakan multiplier effect untuk diversifikasi ekonomi NTT.