SISTEM INFORMASI PENDUDUK MENGGUNAKAN METODE SYSTEM DEVELOPMENT LIFE CYCLE (SDLC) BERBASIS ANDROID (STUDI KASUS: KELURAHAN SIKUMANA)
An Android-Based Population Information System Using the System Development Life Cycle (SDLC) Method (Case Study: Sikumana Village)
Keywords:
sistem informasi, data penduduk, android, Technology Acceptance ModelAbstract
Kelurahan Sikumana, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur mengalami permasalahan pada manajemen dan pengarsipan data. Sebelum penelitian ini dilakukan, kelurahan Sikumana telah mengelola pendataan penduduk menggunakan aplikasi Microsoft Word dan Excel, serta pada buku besar yang disebut "buku data penduduk." Buku tersebut berisi ringkasan informasi tentang laporan data penduduk, pengelolaan surat-menyurat, serta program bantuan seperti UMKM, BLT, dan PKH. Pengelolaan data dengan aplikasi dan pembukuan fisik ini rentan terhadap duplikasi, kehilangan, dan kerusakan data karena tidak saling terintegrasi. Sehingga, pada penelitian ini dikembangkan sebuah sistem informasi berbasis Android untuk mengintegrasikan semua pendataan dan pengarsipan penduduk, dan juga dapat digunakan langsung oleh penduduk dalam proses pengajuan surat-menyurat di kelurahan. Sistem ini dirancang menggunakan metode System Development Life Cycle (SDLC) dan dievaluasi dengan metode Black box dan Technology Acceptance Model (TAM). Penelitian ini menghasilkan sistem informasi yang dapat mempermudah pengarsipan, mengurangi penggunaan ruang penyimpanan, menghemat waktu, dan memudahkan pencarian arsip. Hal ini terlihat pada hasil evaluasi metode Black Box yang memperoleh persentase keberhasilan sebesar 100%, yang berarti setiap fitur dapat berfungsi dengan baik sesuai yang diharapkan, dan juga Metode Technology Acceptance Model (TAM) dengan persentase kemudahan (perceived ease of use) sebesar 94,54%, persepsi kebermanfaatan (perceived usefulness use) sebesar 88,37%, sikap pengguna terhadap sistem (attitude toward using) sebesar 79,43%, niat perilaku pengguna (behavioral intention to use) sebesar 86,67%, dan penggunaan sistem secara aktual (actual system use) 82,56%.