Peran Pola Asuh Orang Tua terhadap Psychological Well-being di SMKN 1 Majalaya
Keywords:
permisif, demokratis, otoriter, psychological well-beingAbstract
Peran pola asuh orang tua merupakan aspek penting dalam perkembangan remaja dimana nantinya remaja tersebut dengan sadar dapat melaksanakan tugas dan tanggung jawab. Psychological well-being berkontribusi terhadap keberhasilan remaja untuk mencapai kesuksesan. Remaja yang memiliki psychological well-being yang baik umumnya lebih mampu secara mandiri mendeskripsikan ujuan hidupnya (cita-cita). Sebaliknya, remaja yang memiliki psychological well-being kurang baik cenderung mudah mengalami stres, depresi, kesulitan dalam menjalin hubungan dengan orang lain, cenderung tidak percaya diri (insecure), tidak dapat menerima dirinya dengan baik serta tidak dapat mengendalikan lingkungannya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Bagaimana dampak pola asuh orang tua terhadap Psychological Well-Being di SMKN 1 Majalaya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif. Instrument yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara. Adapun sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Berdasarkan hasil penelitian, maka dapat ditarik kesimpulan bahwa pola asuh orang tua yang permisif yang diberikan oleh orang tua tidak terlalu berdampak terhadap psychological well-being. Selanjutnya peneliti menyimpulkan bahwa pola asuh demokratis memberikan dampak yang positif terhadap psychological well-being. Adapun pola asuh yang diberikan oleh orang tua otoriter memberikan dampak negatif terhadap psychological well-being.
References
Al-Qur’an dan Terjemahannya. Jakarta: Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an Badan Litbang dan Diklat Kementrian Agama RI, 2019.
Adhyka, Intan, et al. (2023). Analisis Kesehatan Mental Remaja Berdasarkan Global School Based Student Health Survey (GSHS) Siswa di Pesantren Modern. Jurnal Pembangunan Nagari. 8(2), 198-209.
Ayun, Q. (2017). Pola Asuh Orang Tua dan Metode Pengasuhan dalam Membentuk Kepribadian Anak. ThufuLA: Jurnal Inovasi Pendidikan Guru Raudhatul Athfal, 5(1), p. 102. doi: 10.21043/thufula.v5i1.2421
Azzahra, A. A., Shamhah, H., Kowara, N. P., & Santoso, M. B. (2021). Pengaruh Pola Asuh Orang Tua Terhadap Perkembangan Mental Remaja. Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (JPPM), 2(3), 461.
Azizah, I. N. (2019). Pengaruh Pola Asuh Demokratis Orang Tua terhadap Cara Bergaul Anak: Studi di Desa Derik, Susukan, Banjarnegara. Yinyang: Jurnal Studi Islam Gender Dan Anak, 14(2), 329-345.
Bobrowski, K., & Ostaszewski, K. (2022). Risk and protective factors associated with internalizing and externalizing mental health problems among 13-15- year-old youth. Psychiatria Polska, 56(5), 1033–1048. https://doi.org/10.12740/PP/139519
Devita, Y. (2020). Hubungan pola asuh orang tua dengan masalah mental emosional remaja. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 20(2), 503-512. http://ji.unbari.ac.id/index.php/ilmiah/article/view/967
Fadilla, Aisyah Raihan (2023). Gambaran Psychological Well-Being Pada Mahasiswa Baru Di Fakultas Dakwah Dan Komunikasi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry. Skripsi Universitas Islam Negeri Ar-Raniry Banda Aceh. https://repository.ar-raniry.ac.id/id/eprint/33070/
Hazizah, N. (2019).Permisivve parenting effect toward emotional development of early childhood. https://doi.org/10.24036/kolokium-pls.v7i1.17
Khusniyah, N. L. (2018). Peran orang tua sebagai pembentuk emosional sosial anak. QAWWAM, Vol.11 No., 87–102. https://doi.org/https://doi.org/10.20414/qawwam.v12i1.782
Kholifah, N., & Sodikin, S. (2020). Hubungan pola asuh orang tua dan lingkungan teman sebaya dengan masalah mental emosional remaja di SMP N 2 Sokaraja. Jurnal Keperawatan Muhammadiyah, 5(2).
Lenaini, I. (2021). Teknik Pengambilan Sampel Purposive Dan Snowball Sampling. Jurnal Kajian, Penelitian & Pengembangan Pendidikan Sejarah, 6(1), 33–39.
Moleong, Lexy J. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT. Remaja Rosdakarya
Ruswandi, U., & Fitriyani, L. (2023). Hubungan Intensitas Penggunaan Media Sosial Terhadap Kesehatan Mental Pada Remaja Di Wilayah Curug Topik Bojongsari Kota Depok Tahun 2023. Jurnal Kesehatan Tambusai, 4(4), 6421-6426.
Ryff, C.D. (1989). Happiness is everything, or is it? Exploration on the meaning of psychological well-being. Journal of Personality and Social Psychology, 6 (57), 1069-1081.
Santrock, J. W. (2003). Adolescence Perkembangan Remaja (Ed. 6). Jakarta: Erlangga
Saputri, L. K., Lestari, D. R., & Zwagery, R. V. (2020). Hubungan Pola Asuh Orang Tua dengan Kepercayaan Diri Remaja di SMK Borneo Lestari Banjarbaru. Dunia Keperawatan: Jurnal Keperawatan Dan Kesehatan, 8(1), 34-42.
Subagia, N. I. (2021). Pola Asuh Orang Tua. Bali: Nilacakra
Sukamto, R. N., & Fauziah, P. (2020). Identifikasi Pola Asuh di Kota Pontianak. Jurnal Obsesi: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 5(1), 923-930.
Stadler, C., Feifel, J., Rohrmann, S., Vermeiren, R., & Poustka, F. (2010). Peer-victimization and mental health problems in adolescents : are parental and school support protective ? Child Psychiatry Hum Dev (2010) 41 371–386. https://doi.org/10.1007/s10578-010-0174-5
WHO. (2020). Mental Health Of Adolescents. https://www.kemenpppa.go.id/page/view/NTMzOA==)